HIDUP SEUTUHNYA " Hidup, Berjalan, dan Dipimpin Roh" (bagian I)

ROMA 8:14
"SEMUA ORANG YANG DIPIMPIN ROH ALLAH ADALAH ANAK ALLAH"

ALLAH menciptakan manusia untuk hidup sesuai dengan rupa dan gambar-Nya.
kita adalah Roh yang memiliki Jiwa dan tinggal di dalam tubuh. ketika ALLAH menciptakan manusia, DIA membentuk tubuh manusia lalu menghembuskan nafas-NYA (Roh) sehingga roh manusia tercipta. ketika roh manusia berdiam dan berpadu dengan tubuh, perpaduan itulah yang membentuk jiwa manusia. Jiwa adalah bagian yang berfungsi untuk menghubungkan realitas alam roh (roh manusia) dengan realitas alam nyata (tubuh).

Bagaimana manusia hidup normal sesuai dengan penciptaannya ? Manusia harus hidup dalam urutan: Roh Allah > roh > jiwa > tubuh. Artinya Roh ALLAH yang berdiam di dalam roh manusia mengarahkan (memerintah) roh manusia, roh manusia mengarahkan jiwa, dan jiwa manusia mengarahkan (tubuhnya). Bila ini terjadi, manusia hidup sesuai dengan "Default Mode" (setelah aslinya).

Namun setelah manusia jatuh kedalam dosa, Roh ALLAH meninggalkan manusia sehingga roh manusia putus hubungan dengan Roh ALLAH. Keadaan inilah yang di sebut kematian rohani. Lalu roh manusia yang telah "mati" itu di kuasai oleh kuasa kegelapan dan keinginan daging untuk mengikuti jalan dunia yang penuh dengan dosa (pemberontakan). Efesus 2:1-2. Begitu manusia ditinggalkan Roh Allah, ia berpindah dari kerajaan ALLAH dan hidup dalam kerajaan gelap.

Bagaimana Tuhan mengembalikan manusia ke dalam kerajaan-Nya ?
Melalui kelahiran baru manusia masuk ke dalam kerajaan Allah. Lahir baru berarti kita harus: Percaya kepada YESUS Anak ALLAH yang telah mati di kayu salib untuk menyelamatkan kita semua. Mempercayakan setiap celah kehidupan kita kepada-Nya dan menerima Roh Kudus agar mengendalikan dan memperdayakan kehidupan kita. Manusa batiniah kita harus selalu beradaptasi dengan Roh kudus agar dapat mengendalikan pikiran kita, menaklukan keangkuhan dan kesombongan serta menggantikan dengan sikap rendah hati dan ketaatan (2 korintus 10:5 mengatakan "kami mematahkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan ALLAH, kami menawan segalah pikiran dan menaklukannya kepada Kristus"). seharusnya manusia langsung hidup sesuai dengan stelan aslinya, namun karena dosa, jiwa dan tubuh manusia telah terlanjur dirusak oleh dosa. Oleh sebab itu diperlukan proses pemulihan jiwa dan tubuh. Melalui kelahiran baru roh manusia langsung menjadi sempurna, namun jiwa dan tubuhnya masih perlu proses pemulihan.

Bagaimana caranya agar kita dapat di pulihkan untuk hidup maksimal dalam kerajaan ALLAH ?
pertama-tama kita harus berada di posisi stelah aslinya dulu. Artinya memastikan bahwa posisi kita berada pada posisi yang seutuhnya. inilah posisi kita saat tunduk kepada pimpinan Roh kudus. Tuhan berjanji bahwa Dialah yang akan menolong kita untuk selalu berada pada posisi kita yang seutuhnya. (1 tesalonika 5:23-24 " Semoga ALLAH damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa, dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus Tuhan kita. IA yang memanggil kamu adalah setia, IA juga akan menggenapinya).

kita harus percaya pada janji Tuhan, bahwa ALLAH yang setia pasti menggenapinya di dalam kita. ALLAH berjanji bahwa setiap saat, mulai dari sekarang, DIA selalu menolong kita untuk berada pada posisi kita yang seutuhnya.

agar kita dapat mengerti bagaimana kita dapat tetap berada pada posisi tersebut kita harus menelaah fungsi PFC (Prefrontal Cortex) sebagai Penghubung jiwa kita dengan Roh yang berdiam di dalam roh kita. Prefrontal cortex adalah pusat kendali otak ( pikiran) yang mengkoordinasi semua bagian dari fungsi otak (otak kanan-kiri, otak belakang ke depan, batang otak ke limbik ke cortex). Jadi PFC adalah pusat kendali dari seluruh pikiran kita.
  1. PFC adalah seperti direktur eksekutif (CEO) sebuah perusahaan yang mengintegrasikan semua direktur (departemen) dengan komisaris (pemilik) sehingga perusahaan yang dipimpinnya menjadi produktif sesuai dengan visi dan misi komisaris (pemiliknya).
  2. PFC adalah seperti dirigen yang mengharmoniskan semua jenis musik yang dimainkan dalam sebuah orkestra.
  3. PFC adalah pusat kendali untuk pikiran, emosi dan kehendak di dalam jiwa kita untuk dihubungkan kepada Roh kudus yang ada didalam roh kita.
  4. PFC dapat mengendalikan seluruh tubuh untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik yang bermoral, atau sebaliknya melakukan perbuatan-perbuatan baik yang bermoral, atau sebaliknya melakukan perbuatan-perbuatan jahat yang tidak bermoral.
  5. PFC adalah seperti "mata" batin yang dapat diarahkan keluar dari diri untuk melihat, mendengar, dan merasakan apa yang kita pikirkan.
  6. PFC mempunyai kemampuan untuk mengenali berbagai informasi yang masuk kepikiran sadar, yang keluar dari pikiran bawah sadar, emosi yang muncul pada respon tubuh akibat informasi-informasi tersebut, juga dapat mengenali informasi dari Roh Kudus.
  7. PFC diciptakan untuk menyembah Tuhan dan melakukan dialog internal antara kita dan roh kudus di dalam pikiran kita.

Salah satu pertanyaan terbesar dalam diri manusa adalah "apa arti dan tujuan saya hidup di dunia ini"? 
Orang yang tidak memiliki tujuan hidup yang jelas di dunia ini sama seperti seseorang yang berenang dalam kegelapan di tengah lautan, tanpa arah yang jelas dan kemungkinan terbesar akan terdampar di tempat yang tidak akan diharapkan.
Rick Warren dalam bukunya "The Purpose Driven Life" menjelaskan tujuan hidup orang kristen jauh lebih besar daripada prestasi pribadi, karier, ambisi, ketengan pikiran, bahkan lebih dari sekedar tujuan keluarga. Jika kita ingin tahu mengapa kita di tempatkan di planet ini, kita harus memulainya dengan ALLAH, kita dilahirkan oleh tujuan-Nya untuk tujuan-Nya. Sejak awal penciptaan ALLAH memberikan mandat kepada manusia yaitu untuk memenuhi bumi dan untuk mengelola seluruh alam ciptaan-Nya (kejadian 1:27-28). Namun jauh daripada sekedar mendirikan pernikahan dan keluarga, serta mengelola bumi, tentu ada tujuan yang lebih utama dari semua itu. Tujuan yang lebih utama dan tertinggi dalam hidup manusia yaitu untuk Memuliakan ALLAH dan menikmati DIA selamanya (1 korintus 10:31 " jadi, entah kamu makan, atau minum, atau apa saja yang kamu lakukan, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan ALLAH".

Secara alami, manusia pada umunya berpikir tidak benar, bahkan cenderung berpikir jahat. karena itu kita harus waspada akan kondisi pikiran kita yang "alami" itu dan segera membangun kembali pikiran-pikiran dengan memasukkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai Alkitab dalam pikiran kita. Tuhan memberikan perlengkapan senjata firman bagi orang-orang percaya untuk melakukan proses pembaharuan,  2 korintus 3:18. apabila kita memiliki ketaatan, ketulusan, dan kejujuran dihadapan ALLAH, pasti manusia batiniah kita akan mengalami pertumbuhan yang luar biasa dalam proses kehidupan yang semakin menjadi serupa Kristus.

menjadi manusia seutuhnya akan menghasilkan hidup yang benar. Hidup memuliakan ALLAH dan menikmati-Nya seumur hidup kita. ALLAH memanggil kita keluar dari dunia yang gelap menuju terang-Nya yang ajaib supaya dalam hidup ini kita mempraktekkan hidup dalam terang dan membagi terang itu kepada dunia 1 petrus 2:9 "tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan ALLAH sendiri, supaya kami memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari DIA, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-NYa yang ajaib.