TIGA PERAN DALAM PEMURIDAN DI RUMAH TUHAN (PERAN ANAK)

PERAN ANAK:
1. Tunduk kepada bapa
(efesus 6:1-4) " Hai anak-anak, taatilah orang tuamu didalam Tuhan karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu. ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini. supaya kamu bahagia dan panjang umurmu dibumi. Dan kamu bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan".

kenapa kita harus taat sama orang tua ? karena Alkitab mengatakan harus demikian itu adalah perintah dan hukum Tuhan ada janji yang nyata ketika ketika kita menghormati orang tua kita yaitu kebahagiaan dan panjang umur di bumi.

Bagaimana caranya kita menghormati orang tua kita / tunduk kepada bapa ?
  1. Mengikuti perkataan dan perintah orang tua = Buat kita yang sudah besar mengikuti perintah orang tua bisa menjadi sulit. Karena kita sudah bisa menilai mana yang baik atau buruknya sesuatu. apalagi dengan jiwa yang masi mudah kita suka mencoba sesuatu yang baru. Namun sikap orang tua yang meminta kita melakukan kehendaknya biasanya didasari oleh rasa khawatir, karena orang tua sudah mempunyai pengalaman yang jauh lebih banyak dari kita. mereka sudah merasakan pahit, manis kehidupan. karena kasihnya yang besar kepada kita orangtua ingin yang terbaik buat kita. kita mungkin tahu bayak hal tapi orang tua punya hikmat dan kebijaksanaan.
  2. Menyenangkan hati orang tua = menyenangkan hati orang tua tidak hanya lewat materi. orang tua lebih memerlukan waktu kita. siapa kita sekarang tidak terlepas dari orang tua yang sudah berjuang begitu keras.
  3. Tidak memperlakukan orang tua dengan Buruk =(20:9"apabila seseorang anak mengutuki ayahnya atau ibunya pasti di hukum mati. ia telah mengutuki ayahnya dan ibunya maka darahnya tertimpa kepada mereka").
  4. Memelihara orang tua di usia senja= orang tua bekerja membesarkan anak-anak mereka untuk menjadikan anak-anak mereka berhasil atau sukses. ketika mereka sudah tidak mampu lagi bekerja maka giliran kita yang mengurusi mereka.
2. Meneladeni Bapa dengan Roh Anak 
(Yohanes 5:9 "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya, sebab apa yang di kerjakan Bapa, itu juga yang di kerjakan anak").
Dengan tegas dikatakan bahwa apa yang di kerjakan Bapa itu juga yang di kerjakan Anak. Disini Yesus mengungkapkan ketaatan mutlak seorang anak, dan sekaligus Yesus menjelaskan bagaimana peran seorang anak itu seharusnya.
Peran seorang anak seharusnya adalah mencontoh. Seorang anak harus dapat belajar mencontoh dan mengikuti apa yang dikerjakan bapanya. Di dalam dunia jasmani, sering kita temui kasus-kasus dimana profesi anak tepat sama dengan bapanya. bila bapanya seniman, anaknya juga demikian, bila bapanya bertekun dalam dunia pendidikan, anaknya juga demikian. 

3.Meneruskan Warisan Bapa 
Organisasi terkecil ialah keluarga, diciptakan oleh Allah sendiri dan memiliki peranan masing-masing yang saling melengkapi. keluarga baik dan hebat akan membentuk generasi yang baik dan hebat juga. Seorang anak memiliki peran tersendiri dalam keluarga, sebagi anak yang sedang bertumbuh, memilki tugas utama belajar.

Sebagai generasi penerus, seorang anak harus mampu memastikan bahwa dirinya dapat meneruskan apa yang telah baik dilakukan oleh generasi pendahulunya dan meningkatkan apa yang perlu di tingkatkan.
Warisan bukan hanya soal harta kekayaan tapi warisan yang sesungguhnya adalah teladan seorang bapa seperti kasih, rasa hormat, kerendahan hati, iman itulah yang harus kita wariskan kepada anak-anak dan cucu kita. Dalam Alkitab kita membaca tentang nenek Lois dan Ibu Eunike yang mewariskan Iman yang tulus kepada Tomotius (2 Timotius 1:5). pengaruh mereka telah menyiapkan timotius untuk mewartakan kabar baik kepada semua orang.

(Filipi 2:5 "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus di pertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya dan taat sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama diatas segalah Nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segalah yang ada di langit dan yang ada diatas bumi, dan segalah lidah mengaku :"Yesus kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!.

Tuhan menciptakan keluarga dengan tujuan mulia. jagalah keluarga dengan menjalankan peran masing-masing dengan baik. Hormati seorang akan yang lain dan layani Tuhan bersama keluarga.